a Etimologis. Kata dakwah adalah derivasi dari bahasa Arab “Da’wah”. Kata kerjanya da’aa yang berarti memanggil, mengundang atau mengajak. Dakwah karangan Moh. Ali Aziz (2009:6), kata da’a mempunyai beberapa makna antara lain memanggil, mengundang, minta tolong, meminta, memohon, menamakan, menyuruh datang, mendorong, menyebabkan
Tawassuldalam Doa. Dilihat dari bidangnya tawassul adalah sebuah konsep yang berkaitan erat dengan aqidah (baca: keyakinan), yang sifatnya tidak kasat mata. Akan tetapi pada tingkat praktis amaliyah dapat diamati dengan jelas. Dari sisi bahasa, istilah itu berasal dari kata yang terdiri dari tiga huruf waw, sin dan lam (و-س-ل).Ia bermakna menjadikan sesuatu sebagai
DalamLisan al-Arab, an-naum berarti nu’as (ngantuk). Lebih lanjut Ibnu al-Mandzur menjelaskan bahwa kata nama yanamu memiliki dua bentuk mashdar yakni naum dan niyam sebagaimana yang telah diungkapkan oleh Sibawaih. Seseorang dikatakan tidur apabila ia telah berbaring (raqada). [2] Sedangkan Menurut Ibnu Faris, kata naum dengan huruf nun, wawu
Menariknya ayat 39 surah al-Rum ini membawa perspektif investasi itu ke dalam wacana zakat. Hal ini tergolong unik, karena zakat merupakan ibadah. Tetapi ini logis, karena berzakat juga berakibat mengurangi harta pemberi, menambah harta penerima, dan sekaligus dapat membangun relasi ( taqarrub) secara emosional antara pemberi dan penerima.
Lulusdari kursus ini masih diperlukan banyak pendampingan kamus dalam membaca kitab kuning dan karena tidak setiap orang telaten membuka kamus setiap menemukan mufradat (kosa kata) yang tidak dimengerti, maka kami membuka program lanjutan dan beberapa program lain berkaitan dengan bahasa Arab; yaitu: Dirasat Al-Qur’an. Ma’anil Qur’an.
Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd Nợ Xấu. Jawabanbahasanyahkarna mufrodat bisa artikan menurut bahasa atau kata apa yang sedang akan kita terjemah dengan kata yg lebih dimengerti
A. Pengertian Kosakata Mufradāt Mufradāt مُفْرَدَات yang jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti kosakata. Menurut Susanti 200289 kosakata adalah seluruh kata yang terdapat dalam suatu bahasa. Sedangkan menurut Horn dalam Saiful, 2010 kosakata adalah sekumpulan kata yang membentuk sebuah bahasa. Adapun kosakata menurut Dwijo 2011 adalah himpunan kata yang diketahui oleh seseorang atau etnis lain dan merupakan bagian dari suatu bahasa. Berdasarkan beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan pengertian mufradāt مُفْرَدَاتatau kosakata secara umum adalah kumpulan kata yang memiliki makna atau arti dalam suatu bahasa. B. Pembagian Kata dalam Bahasa Arab Kata dalam bahasa Arab disebut al-kalimah الكَلِمَةُ, yang dapat didefinisikan sebagai kumpulan huruf hijāiyyah هِجَائِيَّة yang memiliki arti atau makna. Huruf hijāiyyah sendiri adalah kumpulan huruf dalam bahasa Arab yang berjumlah dua puluh sembilan huruf yang dimulai dari huruf alif ا dan diakhiri huruf ya ي. al-kalimah الكَلِمَةُ dalam bahasa Arab dibagi menjadi tiga, yaitu al-ism الاِسْمُ, al-fil الفِعْلُ, dan al-ḥarf الحَرْفُ. Rhofiq dan Abdurahman dalam bukunya “Mukhtarāt Qawāid al-Lughah al-Arabiyyah” al-Ism الاِسْمُ adalah kata yang tidak terikat pada waktu. Adapun yang termaksut Ism yaitu semua nama manusia, hewan, tumbuhan, warna, pekerjaan, tempat, benda, sifat, keterangan waktu atau tempat, dan lain-lain. Contoh مُحَمَّدٌ nama orang, غَنَمٌ kambing, زَهْرَةٌ bunga, أَسْوَدٌ hitam, مُدَرِّسٌ guru, بَيْتٌ rumah, كِتَابٌ buku, كَبِيْرٌ besar, dan lain-lain. al-Fil الفِعْلُ adalah kata yang dalam penggunaannya terikat pada waktu, adapun yang termasuk al-fi’l adalah semua jenis kata kerja. Dalam hal ini waktu dibedakan menjadi tiga yaitu waktu yang menunjukkan telah زَمَانُ الْمَاضِى, waktu yang menunjukkan sedang زَمَانُ الحَالِى, dan waktu yang menunjukkan akan memulai زَمَانُ الْمُسْتَقْبَلِ. Berdasarkan pembagian waktu tersebut maka fil pun terbagi menjadi tiga pula, yaitu fil al-mādy فِعِلُ الْمَاضِى, fil al-muḍāri فِعْلُ الْمُضَارِع, fil al-amr فِعْلُ الأَمْرِ. Zakaria, 200817-22 a Fil al-Māḍy فِعْلُ الْمَاضِى adalah kata kerja yang menunjukkan waktu lampau. Contoh كَتَبَ telah menulis, قَرَأَ telah membaca, غَسَلَ telah mencuci, dan lain-lain. b Fil al-Muḍāri فِعْلُ الْمَضَارِع adalah kata kerja yang menunjukkan waktu berlangsungnya pekerjaan tersebut. Contoh يَكْتُبُ menulis, يَقْرَأُ membaca, يَغْسِلُ mencuci, dan lain-lain. c Fil al-Amr فِعْلُ الأَمْرِ adalah kata kerja yang menunjukkan perintah. Contoh اُكْتُبْ tulislah, اِقْرَأْ bacalah, اِغْسِلْ cucilah, dan lain-lain. al-Harf’ الحَرْفُ adalah kata yang tidak memiliki arti atau makna kecuali bersambung dengan al-ism maupun al-fil. Contoh هَلْ apakah, مَا apa, مَتَى kapan, اِلَى ke, مِنْ dari, فِى di/dalam, dan lain-lain. -> Sumber Pustaka o Rhofiq, Ainu dan Abdurahman. Tanpa Tahun. Mukhtarāt Qawāid al-Lughah al-Arabiyyah. Gresik Ma’had Al-Furqon Al-Islamiyyah. o Diakases 11 April 2012 o Susanti, Ratna. 2002. Penguasaan Kosakata dan Kemampuan Membaca Bahasa Inggris. Jakarta Jurnal Pendidikan Penabur. o Zakaria, Aceng. 2008. al-Muyassar Fī Ilm al-Nahw. Garut Ibn Azka Press
Mufrodat atau kosa kata merupakan salah satu unsur pokok yang harus dimiliki seseorang yang ingin mahir dalam berbahasa Arab. Karena penguasaan mufrodat adalah suatu hal yang utama untuk dipelajari sebagai syarat mahir dalam berbahasa. Perbendaharaan mufrodat bahasa Arab yang memadai akan dapat menunjang seseorang dalam berkomunikasi dan menulis dengan bahasa tersebut. Artinya, bahwa berkomunikasi dan menulis dengan bahasa Arab tidak dapat tidak, harus didukung oleh penguasaan kosa kata yang kaya, produktif dan aktual. Apa itu mufrodat? Bagaimana contoh dan penjelasannya dalam bahasa Arab. Selengkapnya akan dibahas melalui tulisan berikut Mufrodat Bahasa ArabKosakata dalam bahasa Arab disebut dengan mufrodat. Kata mufrodaat مفردات adalah bentuk jamak plural dari mufrodat مفردة, artinya kata-kata, kosakata, ungkapan, istilah, atau peristilahan. Dalam kamus Al-Munawir penyebutan al-mufrodat المفردات memiliki makna yang selaras dengan kata al-kalimat الكلمات.Kosakata mufrodat bisa juga diartikan sebagai kata yang telah digunakan dalam membangun kalimat, sehingga mempunyai arti dan makna tertentu. Contohnya seperti مكتب red dibaca maktab. Kata tersebut mempunyai makna banyak dan belum jelas, di antaranya; meja tulis, kantor, bagian, biro, sekolah, desk, dan masih banyak lagi. Tetapi jika kata مكتب disusun dalam kalimat الكِتَابُ عَلَى المَكْتَبِ, maka ia di sini memiliki arti meja demikian, pengertian mufrodat adalah kata terapan atau kata dalam konteks kalimat sehingga mempunyai makna kontekstual, sedangkan kata yang maknanya masih belum tertentu maka disebut makna mu'jamiyah arti kamus. Abdul Hamid menjelaskan bahwa mufrodat bahasa Arab adalah kata yang terdiri dari dua suku kata atau lebih dan mempunyai bahasa Inggris mufrodat diistilahkan dengan kata vocalubary, yaitu himpunan kata atau khazanah kata yang diketahui oleh seseorang atau entitas lain, atau merupakan bagian dari suatu bahasa tertentu. Ada juga yang mengartikan bahwa mufrodat adalah himpunan semua kata-kata yang dimengerti oleh orang tersebut dan kemungkinan akan digunakannya untuk menyusun kalimat baru. Sedangkan menurut Horn, mufrodat kosakata adalah sekumpulan kata yang membentuk sebuah ahli bahasa, mufradat kosakata adalah salah satu komponen bahasa Arab yang paling penting, sedangkan komponen kedua adalah membaca untuk memahami. Karena mufrodat merupakan bagian utama dalam penerapan pembelajaran bahasa Arab. Alasannya adalah hakikat bahasa Arab hanyalah kumpulan kosa kata yang memberi makna kepada pihak lain, begitu juga dengan bahasa-bahasa kosakata atau mufrodat adalah asas dalam pembelajaran bahasa Arab dan merupakan syarat utama untuk mahir berbahasa Arab. Karena kualitas seseorang dalam berbahasa akan sangat tergantung pada perbendaharaan mufrodat yang dimilikinya. Meskipun demikian, namun juga harus didukung dengan kemampuan atau pemahaman ilmu nahwu shorof. Artinya, untuk memiliki kemahiran berbahasa tidak cukup hanya dengan menghafal sekian banyak mufrodat bahasa Arab MufrodatUmi Hijriyyah 2008 25-27 berdasarkan fungsinya, mufrodat bahasa Arab dapat dibedakan menjadi dua macam, yaituMufrodat mu’jamiyah, yaitu kosakata yang memiliki makna dalam kamus. Contohnya seperti بيت rumah, tempat tinggal, apartemen, kediaman, domisili, dan قلم pena, alat tulis, garis panjang, coretan.Mufrodat wadzhifiyah, yaitu kosakata dengan fungsi tertentu. Seperti huruf jar, isim maushul, isim isyarah, isim dhamir, dan lain dua macam mufrodat di atas, penting diketahui bahwa di antara mufrodat mu’jamiyah ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaituTerdapat beberapa kosa kata yang mempunyai kemiripan makna, seperti شاهد, نظر, dan رأى melihat, memandang, menyaksikan.Terdapat beberapa kata dengan makna denotatif yang sama, tetapi mengandung makna konotatif yang berbeda. Contohnya kata مات dan توفي yang dapat diartikan; meninggal, tewas, mati, wafat, atau yang sama tetapi mempunyai makna yang berbeda, seperti فصل yang dapat berarti; bab, pasal, babak, musim, atau MufrodatRusydy A. Tha’imah dalam “Al-Marja' fi Ta'lim al-Lughah al-Arabiyyah li al-Nathiqin bi Lughatin Ukhra” mengklasifikasikan mufrodat menjadi empat jenis, dan masing-masing terbagi lagi sesuai dengan fungsinya. Empat jenis mufradat yang dimaksud adalah sebagaimana mufrodat dalam konteks kemahiran kebahasaanKosakata untuk memahami baik bahasa lisan maupun untuk berbicara baik pembicaraan informal maupun untuk menulis baik penulisan informal seperti catatan harian, agenda harian dan lain-lain dan juga formal, misalnya penulisan buku, majalah, surat kabar dan potensial, yang terdiri dari kosakata konteks yang dapat diinterpretasikan sesuai dengan konteks pembahasan, dan kosakata analisis yang dapat dianalisa berdasarkan karakteristik derivasi kata untuk selanjutnya dipersempit atau diperluas mufrodat menurut maknanyaKata-kata inti, adalah kosakata dasar yang membentuk sebuah tulisan menjadi valid, misalnya isim kata benda, fi’il kata kerja, dan fungsi, yaitu kata yang mengikat dan menyatukan kosakata dan kalimat. Contohnya huruf jar, perabot istifham, dan lain gabungan, adalah kosakata yang tidak dapat berdiri sendiri, tetapi selalu dipadukan dengan kata-kata lain sehingga membentuk arti yang berbeda-beda. Contohnya kata رغب فى... menyukai, رغب عن membenci.Pembagian mufrodat berdasarkan karakteristik kataKata-kata tugas, yaitu kata yang digunakan untuk menunjukkan inti khusus, adalah kumpulan kata yang dapat mengalihkan arti kepada yang mufrodat menurut penggunaannyaKosakata aktif ma’lum, yakni kosakata yang umumnya banyak digunakan dalam berbagai wacana, baik pembicaraan, tulisan atau bahkan banyak didengar dan diketahui lewat berbagai pasif majhul, yaitu kosakata yang hanya menjadi perbendaharaan kata seseorang namun jarang ia gunakan. Kosakata ini diketahui lewat buku-buku cetak yang biasa menjadi rujukan dalam penulisan makalah atau karya Mufrodat dan ArtinyaSebagai penutup dari pembahasan mufrodat bahasa Arab ini. Perhatikan beberapa contoh mufrodat untuk kata benda dan kata kerja berikut yang biasa kita jumpai dalam kehidupan Contoh mufrodat kata benda Mufrodat Artinya حَجَرٌ Batu ثَوْبٌ Baju شَجَرَةٌ Pohon وَلَدٌ Anak laki-laki بَابٌ Pintu أُسْتَاذٌ Ustadz دَجَاجَةٌ Ayam betina بَقَرَةٌ Sapi betina طَالِبٌ Pelajar أَبٌ Bapak بِنْتٌ Anak perempuan أُمٌّ Ibu سَاعَةٌ Jam زَهْرَةٌ Bunga جِدَارٌ Tembok 2. Contoh mufrodat kata kerja Mufrodat Artinya ذَهَبَ Sudah pergi غَسَلَ Sudah mencuci حَمَلَ Telah membawa أَخَذَ Telah mengambil يَأْكُلُ Sedang makan يَشْرَبُ Sedang minum يَجْلِسُ Akan duduk أُنْصُرْ Tolonglah ! إِضْرِبْ Pukullah ! ضَعْ Letakkanlah ! Open donation Kami membuka donasi bagi siapapun yang ingin menyisihkan sebagian rezekinya untuk pengembangan situs web ini melalui laman; support kami
Lawan dari waqaf adalah washal yang berarti terus dibaca atau disambung. Bentuk tidak baku dari wakaf. Hukum Bacaan Waqaf Dalam Ilmu Tajwid Instabaca Kemudian menurut istilah wakaf adalah menahan suatu barang dan menyalurkan manfaatnya dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. Arti waqaf menurut bahasa adalah. 221 Wakaf menurut Bahasa Wakaf berasal daripada perkataan bahasa Arab waqf iaitu kata terbitan ﺭﺪﺼﻣ daripada kata kerja perbuatan ﻞﻌﻓ waqafa ia mempunyai berbagai-bagai makna mengikut tujuan dan penggunaan ayat itu sendiri. Kata Wakaf atauWact berasal dari bahasa Arab Waqafa. Asal kata Wakafa berarti menahan atau berhenti atau diam di tempat atau tetap berdidi. Pengertian Wakaf Menurut Bahasa. Telepon 021 4706287 4706288 4896558 4894546. Bagi Anda yang tidak memahami tanda wakaf atau waqof dalam Alquran dan maknanya berikut ini adalah ringkasan dari tanda waqof dalam Alquran dan makna yang perlu Anda pahami agar bacaan Al Quran Anda menjadi lebih baik dan benar. Pengertian dan Arti Tanda Waqaf. Jika anda menemukan padanan kata atau arti kata yang menurut anda tidak sesuai atau tidak benar maka anda dapat menghubungi ke pihak Badan Bahasa KEMDIKBUD untuk memberikan kritik atau saran. Sedangkan menurut istilah ilmu tajwid pengertian waqaf adalah berhenti sejenak ketika membaca suatu lafadz atau kalimat yang terdapat tanda waqaf guna mengambil nafas untuk melanjutkan kembali bacaan ayat selanjutnya. Kata Wakafa-Yaqufu-Waqfan sama artinya Habas-Yahbisu-Tahbisan. Pengertian Wakaf Dikutip dari buku Fiqih Wakaf karya Nurwan Darmawan pengertian wakaf menurut bahasa dan istilah adalah al habs menahan dan at-tasbil menyalurkan untuk bahasa. Waqaf menurut bahasa mempunyai arti berhenti atau menahan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI arti kata waqaf adalah bentuk tidak baku dari wakaf. Dikarenakan wakaf ditahan dari kerusakan penjualan dihibahkan. Arti dari kata ini adalah menahan atau berhenti. 1 Kata al-Waqf dalam bahasa Arab mengandung beberapa pengertian. Jalan Daksinapati Barat IV Rawamangun Jakarta Timur. Sedangkan menurut istilah waqaf bermakna menghentikan sejenak bacaan Al-Quran dengan tujuan untuk mengambil nafas dan niat kembali melanjutkan bacaan. Waqaf memiliki 1 arti. Pengertian Waqaf Lengkap dengan Jenis Tanda dan Contoh agar mudah dipahami oleh pemula yang baru belajar. Al-waqf secara etimologi memberi makna menegah al-manu dan menahan al-habs. Maksud dari wakaf dari sudut bahasa adalah manakala dari sudut istilah tajwid ialah menghentikan bacaan sejenak dengan memutuskan suara di akhir perkataan untuk bernapas dengan niat ingin menyambungkan kembali bacaan. Secara etimologi atau menurut bahasa arti Wakaf berasal dari kata kerja bahasa Arab Waqafa. Menurut bahasa waqaf وقف mempunyai arti menahan atau berhenti. Yang dimaksud dengan menahan disini ialah tentang harta benda menurut hukum Islam. Berbicara tentang waqaf kalau ditinjau dari segi bahasa waqaf وقف bermakna menahan atau berhenti. Pengertian wakaf secara bahasa bererti menahanMenurut istilah syara wakaf ialah menahan sesuatu benda yang kekal zatnya untuk diambil manfaatnya untuk kebaikan dan kemajuan IslamMenahan suatu benda yang kekal zatnya dapat diartikan sebagai sikap untuk tidak menjual dan tidak memberikan serta tidak pula mewariskan tetapi hanya menyedekahkan untuk. Zakat Pengertian Zakat Secara Bahasa Lughat Berarti Tumbuh Berkembang Dan Berkah Hr At Tirmidzi Atau Dapat Pula Berarti Membersihkan Atau Ppt Download Perbedaan Zakat Infak Sedekah Wakaf Hibah Dan Hadiah Jangan Sampai Keliru Hot Liputan6 Com Badan Wakaf Padang Lawas Utara Wakaf Harta Yang Dibawa Mati Tilawati Jilid 1 half-dozen Lengkap On The App Shop Zakat Pengertian Zakat Secara Bahasa Lughat Berarti Tumbuh Berkembang Dan Berkah Hour At Tirmidzi Atau Dapat Pula Berarti Membersihkan Atau Ppt Download Islamising Indonesia Web Personal Dosen Universitas Indonesia Zakat Pengertian Zakat Secara Bahasa Lughat Berarti Tumbuh Berkembang Dan Berkah 60 minutes At Tirmidzi Atau Dapat Pula Berarti Membersihkan Atau Ppt Download Http Etheses Iainponorogo Ac Id 3988 i Skripsi 20pdf 20oke 20poolll 20biiiiiiianggettttttt Pdf Pengertian Wakaf Dalam Islam Yang Perlu Diketahui Panti Yatim Indonesia
ا صا ashnâm, adalah bentuk jamak dari kata ّ ص şanam, yaitu sesuatu yang dipahat dari kayu, dan dibentuk dari emas atau logam. Disebutkan dalam hadits bahwasannya aşnâm dan şanam yaitu sesuatu yang dijadikan sembahan selain Allah. Begitu pula diriwayatkan oleh Ibnu Abbas dari Ibn Arabi bahwasannya ّ ص şanam yaitu gambar yang Dalam bahasa arab, terdapat sinonim kata ّ ص şanam yaitu ث waśan . Kata ّ ص şanam diartikan sesuatu yang berwujud atau berbentuk, sedangkan ث waśan diartikan sebagai sesuatu yang tidak berbentuk dan tidak berwujud. Sama halnya dengan pendapat Ibnu Arafah mengartikan ث waśan sesuatu yang dijadikan sesembahan yang tidak berbentuk sedangkan ّ ص şanam itu yang berbentuk. Ada juga yang berbeda dalam mengartikan kata ّ ص şanam dan ث waśan. Kata ث waśan diartikan sebagai sesuatu yang berwujud dari kayu, atau batu, atau emas yang dipahat dan disembah, sedangkan ّ ص şanam tidak berbentuk. Terlepas dari perbedaan itu semua, kata yang sering digunakan yaitu kata ّ صşanam. لاء Âlihah yaitu segala sesuatu yang Bahkan ada yang berpendapat Matahari kadang disebut ilâh, karena ia disembah oleh orang-orang musyrik. Demikian pula dengan benda-benda lain yang menjadi ilâh apabila disembah oleh manusia. Âlihah merupakan bentuk jamak dari kata ilâh, menurut Ibnu Atsîr, lafadz ilâh berasal dari kata aliha-ya` Kata ilâh sendiri merupakan bentuk maşdar dari kata kerja alaha yang berarti menyembah atau heran. Walaupun ilah berbentuk maşdar, namun ia mengandung arti ism maf’ûl, 1Ibnu Manťûr, Lisânul Arabi, Beirut Dar Sader, 1997, Cet. I, h. 79 2Ibrâhîm Muşţafa, Mu’jam Al-Wasîţ, Kairo Dar Ad-Da’wa, , h. 25 sehingga ilâh diartikan sebagai yang disembah atau yang diherankan. Disebut ilâh karena ia disembah, atau karena ia menimbulkan keheranan pada akal Demikian pula para ulama mengartikan Ilâh dengan yang disembah dengan menegaskan bahwa Ilâh adalah segala sesuatu yang disembah, baik penyembahan itu tidak dibenarkan oleh agama Islam; seperti terhadap matahari, bintang, bulan, manusia, atau berhala; maupun yang dibenarkan dan diperintahkan oleh Islam, yakni Dzat yang wajib wujud-Nya, Allah swt. Karena itu, jika seorang Muslim mengucapka Lâ Ilâha Illâ Allâh maka dia telah menafikan segala tuhan, kecuali Tuhan yang nama-Nya “Allah”.5 Selain diartikan sebagai sembahan, ada juga yang mengartikan bahwa ilâh itu mengherankan atau menakjubkan, karena segala perbuatan ciptaan-Nya menakjubkan atau apabila dibahas hakikat-Nya, akan mengherankan akibat ketidak tahuan makhluk tentang hakikat Dzat Yang Maha Agung itu. Apapun yang terlintas di dalam benak menyangkut Dzat Allah, maka Allah tidak demikian. Itu sebabnya ditemukan riwayat yang menyatakan, “Berpikirlah tentang makhluk-makhluk Allah, dan jangan berpikir tentang Dzat-Nya.”6 ي م لاض đalâlim mubîn kata đalâl berasal dari kata đalla - yađillu - đalâl wa đalâlatan لاض لاض ط لضي ط لض. Kata ini terambil dari akar kata yang terdiri dari huruf-huruf đâ’ ءاض, lâm ا, dan lâm ا – tasydid huruf lâm – yang menurut bahasa bermakna kehilangan jalan’, bingung’, atau tidak mengetahui arah’. Di dalam konteks immaterial, kata đalla لض diartikan sebagai sesat dari jalan kebajikan’, meninggalkan jalan kebenara’, atau menyimpang dari tuntunan agama’, atau lawan kata dari kata petunjuk’. Mufasir wanita. Aisyah bintu Asy-Syati’ merumuskan makna kata đalla لض sebagai setiap tindakan atau ucapan yang tidak menyentuh kepada kebenaran’.7 Kata đalâl dalam ayat ini disifati dengan kata mubîn, kata mubîn ini merupakan bentuk ism fâ’il dari abâna – yubînu – Ibânatan ابإ - ي ي ط ابأ, 4Ahsin W. al-Hafiż, Kamus Ilmu Al-Qur’an, Jakarta Amzah, 2006, Cet. II, h. 20 5M. Quraish Shihab, dkk, Ensiklopedia Al-Qur’an; Kajian Kosakata, Jakarta Lentera Hati, 2007, h. 77 6Ibid., h. 76 turunan huruf ba’, ya’ dan nûn, memiliki dua makna denotasi, yaitu jarak’ dan tersingkap’. Dari makna yang pertama, jarak’, lahir bentuk lain, seperti bain يب – pemisah, antara karena merupakan batas yang jelas antara dua hal atau tempat. Dari makna yang kedua, tersingkap’, berkembang menjadi, antara lain menjelaskan’ karena menyingkap hal sesuatu; fasih’ ucapannya karena lebih jelas pengungkapannya, sehingga maksud tersingkap dengan jelas pula; bayân ايب - penjelasan karena hal menyingkapkan makna yang masih Secara umum, kata mubîn di dalam al-Qur’an digunakan sebagai sifat keadaan, baik yang menunjukkan sesuatu yang baik maupun sesuatu yang jelek. Dalam ayat ini, kalimat ي م لاض menunjukkan kepada keadaan yang tidak baik, yaitu menjelaskan tentang kesesatan bapak dan kaum Nabi Ibrâhim as. yang menjadikan berhala sebagai tuhan mereka. ي ق لا al-mûqinîn adalah bentuk jamak dari mûqin, dan kata mûqin itu sendiri merupakan bentuk ism al-fâ’il لعافلا ّ ا = kata benda yang menunjukkan pelaku dari kata ayqana – yûqinu – îqânan – mûqin ق م- ا اقياط ق يط قيا, dan kata mûqin terambil dari kata yaqîn. Kata yaqîn ini mengandung makna pengetahuan yang tidak disentuh dengan keraguan sedikit pun. Selain itu, yakin itu sendiri memiliki arti sebagai pengetahuan yang mantap tentang suatu dibarengi dengan tersingkirnya apa yang mengeruhkan pengetahuan itu, baik berupa keraguan maupun dalih-dalih yang dikemukakan lawan. Sebelum tiba keyakinannya, seseorang terlebih dahulu disentuh oleh keraguan, namun ketika seseorang itu sampai pada tahap yakin maka keraguan yang tadinya ada akan menjadi sirna. Karena itu, kaum mûqinîn disifati sebagai “orang-orang yang menemukan keyakinannya dalam dirinya, atau menemukan keimanannya dengan segenap indranya”.9 Yaqîn merupakan tingkatan ilmu yang lebih tinggi dari ma’rifah pengetahuan dan dirâyah pengetahuan. Oleh karena itu dikatakan - bukan ma’rifatul-yaqîn. Yaqîn ada tiga tingkat ilmul-yaqîn, ainul-yaqîn, dan 8Ibid., h. 1 yaqîn. Menurut orang-orang sufi, yaqîn ialah penglihatan mata kepala dengan kekuatan iman, tanpa dalil dan ىبر Rabbî, kata ىبر terbentuk dari dua kata yaitu rabb dan ya’ mutakallim wahdah sehingga kedudukannya menjadi iḍâfat yaitu terdiri dari muḍaf dan muḍaf ilaih. Kata rabb ر yang secara etimologis berati pemelihara, pendidik, pengasuh, pengatur yang menumbuhkan. Kata rabb biasa dipakai sebagai salah satu nama Tuhan karena Tuhanlah yang secara hakiki menjadi pemelihara, pendidik, pengasuh, pengatur dan yang menumbuhkan makhluk-Nya. Oleh sebab itu, kata tersebut biasa diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan kata Al-Maragi mengartikan lafadz Rabbi yaitu Pemilikku dan pengatur في ح hanîf biasa diartikan lurus atau cenderung kepada sesuatu. Kebalikan dari hânif adalah az-Zaig, artinya miring dari hak ke arah kebatilan, dari hidâyah kepada Dalam kitab tafsir jalalain, kata hanîf diartikan condong kepada agama yang ini pada mulanya digunakan untuk menggambarkan telapak kaki dan kemiringannya kepada telapak pasangannya. Yang kanan condong ke arah kiri, dan kiri condong ke arah kanan. Ini menjadikan manusia dapat berjalan lurus. Kelurusan itu, menjadikan si pejalan tidak mencong ke kiri, tidak pula ke kanan. Ajaran Nabi Ibrâhim as. adalah hanîf, tidak bengkok, tidak memihak kepada pandangan hidup yang hanya memenuhi kebutuhan jasmani, tidak juga semata-mata mengarah kepada kebutuhan Kata hanîf itu sendiri berasal dari akar kata hanafa. Kata tersebut apabila didefiasikan dari kata kerjanya yaitu hanafa – yahnifu – hanîfan, artinya condong atau cenderung dan kata bendanya kecenderungan. Maksud kecenderungan disini yaitu kecenderungan kepada yang benar. 10M. Quraiş Şihab, dkk, Op. Cit., h. 1102 11Ibid., h. 801 12Ahmad Mustafa al-Maragi, TerjemahTafsir al-Maragi Terj. dari Tafsir al-Maragi oleh K. Anshori Umar Sitanggal, dkk, Semarang PT. Karya Toha Putra, 1992, cet. II, h. 288 13Ahsin W. al-Hafiż, Op. Cit., h. 95 14Syaikh Jalâluddin bin Muhammad bin Ahmad al-Mahalli dan Syaikh Abdul ar-Rahman bin Abi Bakr as-Suyuţi, Tafsir Jalâlain, Haramain 2007, Cet. VI, h. 120 15Quraish Shihab, Tafsir al-Misbah; Pesan, Kesan dan Keserasian al-Qur’an, Jakarta Lentera Hati, 2009, Cet. I, h. 517 M. Dawam Rahardjo mengutip pendapat Hadrat Mirza Nâshir Ahmad yang merujuk kepada beberapa sumber bahwa kata hanîf memiliki beberapa makna a. Orang yang meninggalkan atau menjauhi kesalahan dan mengarahkan dirinya kepada petunjuk; b. Orang yang secara terus menerus mengikuti kepercayaan yang benar tanpa keinginan untuk berpaling dari padanya; c. Seseorang yang cenderung menata perilakunya secara sempurna menurut Islam dan terus menerus mempertahankannya secara teguh; d. Seseorang yang mengikuti agama Ibrâhim as. ; dan e. Orang yang percaya kepada seluruh يكرشم Musyrikîn, kata musyrikîn merupakan bentuk jamak dari kata musyrik. Dan kata musyrik itu sendiri merupakan bentuk ism al-fâ’il لعافلا ّ ا = kata benda yang menunjukkan pelaku dari kata asyraka – yusyriku – isyrâk – musyrik رشم ط ارشإ ط رشي ط رشأ, dan perbuatannya disebut syirk رش. Secara bahasa, Ibnu Manťûr mengartikan kata syirk sebagai persekutuan dan bagian. Sementara al-Aşfahani mengartikan dengan percampuran dua hal atau lebih, baik secara substansi atau secara makna. Karena musyrik merupakan pelaku syirk maka secara bahasa kata itu berarti orang yang melakukan persekutuan/perserikatan atau membagi bagian tertentu. Adapun secara istilah, syirk berarti menjadikan sesuatu bersama Allah sebagai tuhan untuk bisa disembah. Sesuatu yang dimaksud bisa berbentuk benda hidup seperti binatang, pohon, atau benda mati seperti patung. Dengan kata lain, di dalam bentuk materi seperti matahari, bangunan, maupun immateri, yaitu ruh, jin, dan sebagainya. Dengan demikian, orang musyrik pada hakikatnya adalah orang yang mengingkari ke-Esaan Tuhan, apakah dari segala zat, sifat, maupun perbuatan-Nya. Pengingkaran terhadap tiga segi tersebut konsekuensinya membawa kepada pengingkaran terhadap kemahakuasaan Tuhan sebagai pencipta 16M. Dawam Rahardjo, Ensiklopedi Al-Qur’an; Tafsir Sosial Berdasarkan Konsep-Konsep Kunci, Jakarta Paramadina, 2002, Cet. II, h. 62 dan pengendali alam semesta; namun, orang musyrik itu tidak mengingkari Allah sebagai
arti kata secara mufradat berarti mengartikan suatu ayat menurut